
Sebanyak 18 siswi dari MAN 2 Sarolangun mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Sarolangun tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di MTsS Miftahul Ulum Singkut dan mengusung tema "Islam dan Teknologi Digital: Inovasi Sains untuk Generasi Indonesia Maju dan Bersaing Global". Olimpiade ini menjadi ajang penting bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan di bidang sains dan teknologi, sekaligus mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam setiap aspek kompetisi.

Partisipasi para siswi MAN 2 Sarolangun dalam OMI merupakan bagian dari strategi madrasah untuk mengembangkan potensi akademik, keagamaan, serta keterampilan abad ke-21 yang berbasis sains dan teknologi. Melalui ajang ini, para peserta didik diharapkan dapat mengasah kreativitas, meningkatkan inovasi, dan memperkuat pemahaman mereka terhadap integrasi nilai Islam dengan kemajuan teknologi digital. Selain itu, OMI menjadi sarana untuk memperluas wawasan dan pengalaman siswa dalam menghadapi tantangan global.

Kepala MAN 2 Sarolangun, H. Suherman, M.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas semangat dan kesiapan para siswi yang berpartisipasi dalam kompetisi ini. Ia menegaskan bahwa OMI bukan sekadar perlombaan, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan kreativitas dan inovasi di kalangan peserta didik madrasah. "Kami bangga karena anak-anak kita memiliki semangat juang yang tinggi dalam mengikuti kompetisi ini. OMI bukan hanya ajang lomba, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan kreativitas, inovasi, dan integrasi nilai-nilai Islam dengan perkembangan teknologi," ujarnya.
Kegiatan OMI tingkat Kabupaten Sarolangun menjadi momentum penting bagi madrasah dalam mencetak generasi muda yang siap berinovasi, berdaya saing global, dan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam. Keikutsertaan para siswi MAN 2 Sarolangun diharapkan dapat membawa nama baik madrasah serta menginspirasi siswa lain untuk terus berprestasi di bidang akademik dan teknologi. Ajang ini juga memperkuat peran madrasah dalam menyiapkan generasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri keislaman.
Dengan adanya OMI, madrasah memiliki kesempatan untuk menunjukkan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan berbasis sains dan teknologi yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan. Diharapkan, pengalaman yang diperoleh para peserta dapat menjadi bekal berharga dalam menghadapi tantangan masa depan dan mendorong terciptanya generasi muda yang unggul dan berkarakter.

|
70x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Sarolangun dan Sekitarnya
Memuat tanggal...